Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Belitung JL. DOK Kelurahan Kota, Kec. Tanjungpandan 33411 Telp/Fax. 0719-21137 email : dkp.belitung@gmail.com
Monday, September 16, 2013
Kalkulator budidaya
Kalkulator budidaya ikan lele ditujukan untuk anda yang baru ingin memulai usaha lele atau yang ingin menghitung estimasi biaya yang dibutuhkan untuk budidaya pembesaran lele tetapi malas untuk corat-coret, malas pencet" kalkulator, dan malas buka excel. Kalkulator budidaya ini hanya merupakan gambaran secara general (tidak mendetail) untuk mengetahui perkiraan jumlah dan biaya benih, jumlah dan biaya pakan, serta prediksi hasil panen mencangkup laba/rugi yang anda peroleh sesuai dengan luasan kolam yang anda miliki.
Cara penggunaan Kalkulator budidaya :
1. Silahkan isi form kalkulator budidaya ikan dibawah ini yang meliputi (isi form dengan angka saja ) :
- Padat tebar --> silahkan diisi sesuai kepadatan perm2 yg anda inginkan, untuk pemula kami sarankan kepadatan antara 50 ekor - 100 ekor per m2.
- Panjang kolam --> silahkan diisi dengan panjang kolam anda (tanda koma diganti tanda titik contoh panjang kolam 1,5 ditulis 1.5)
- Lebar kolam --> silahkan diisi dengan lebar kolam anda (tanda koma diganti tanda titik contoh lebar kolam 1,5 ditulis 1.5)
- Harga benih per ekor --> silahkan diisi dengan harga benih sesuai dengan standar harga benih lele didaerah anda (atau kalau tidak tahu bisa diisi harga benih kami ukuran 4-6 = Rp 125,- per ekor)
- Harga lele konsumsi per Kg --> Silahkan diisi dengan harga lele konsumsi sesuai dengan standar harga di daerah anda (atau kalau tidak tahu bisa diisi dengan harga konsumsi rata" saat ini Rp 13000,- /Kg, untuk penulisan nominal uang cukup tulis angka saja tanpa titik ataupun koma)
- Setelah form terisi semua silahkan tekan tombol hitung sekarang, dan data analisis keuangan budidaya ikan anda telah tersaji.
- NIH APLIKASINYA
Friday, May 17, 2013
Budidaya kepiting soka (softshell crab)
waktu yang tepat untuk memulai budidaya kepiting Soka adalah menjelang datangnya musim penghujan seperti pada bulan Januari sekarang ini, karena pada saat musim hujan hasil penangkapan kepiting dan alam oleh nelayan sangat meningkat terutama jenis kepiting kroyo (Kepiting kecil size 8 - 12 ekor / Kg), yang dibutuhkan sebagai bibit pada budidaya kepiting Soka.BERSAMBUNG... ya internet lgi down disini....silahkan di download disini
Monday, May 13, 2013
Friday, May 10, 2013
Tuesday, May 7, 2013
Ironisnya pembangunan perikanan budidaya
Mengingat pentingnya makan ikan bagi kesehatan tak hanya melekat pada
kebiasaan orang Belitong yang kerap mengatakan “tak makan bila tidak
dengan ikan”, masyarakat dunia pun kini telah menyadari keunggulan ikan
dibandingkan produk hewani lainnya dengan merubah pola konsumsi dari red
meat ke white meat, hingga kecenderungan untuk mengkonsumsi fast food
berbahan dasar ikan sebagai akibat meningkatnya aktivitas kehidupan
manusia khususnya di perkotaan (people on the run).
Petani pembudidaya hendaknya berbesar hati telah memberikan kontribusi yang besar terhadap pemenuhan kebutuhan akan protein hewani yang sehat dan tentunya bebas bahan pengawet/kimia berbahaya (seperti formalin) serta dapat diperoleh dalam keadaan hidup atau segar. Tentu saja upaya mereka harus terus mendapat perhatian serius dari pemerintah. Beberapa kendala diantaranya: mahalnya harga pakan, sulitnya mencari benih, sulitnya pemasaran hingga harga yang terus ditekan karena persaingan yang semakin kompetitif. Beberapa permasalahan yang mereka hadapi hendaknya dapat dicarikan solusi atau penyelesaian.
Keberadaan sarana pemerintah seperti Balai Benih Ikan/Ikan Pantai (BBI/BBIP) tugas dan fungsinya harus dapat dioptimalkan lagi ke depan, sebagai penyalur benih, penghasil dan penyalur induk (bank induk) bermutu, pembina Unit Pembenihan Rakyat (UPR) yang tersebar di masyarakat hingga sebagai pusat penelitian dan pengembangan perikanan budidaya yang dapat dirasakan manfaatnya bagi perkembangan dunia budidaya khususnya di Kab Belitung ini.
BBI hendaknya tidak hanya sekadar dipandang sebagai sarana penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) saja, tetapi lebih kepada secondary effect-nya, yaitu menjadi wadah dan ujung tombak pembangunan budidaya perikanan serta eksistensi dan peranannya bagi masyarakat.
Pembangunan unit-unit Balai Budidaya yang baru diharapkan tidak hanya sebagai pelengkap fasilitas di tiap kabupaten/kota atau provinsi saja, tapi harus betul-betul dapat menjalankan fungsinya dengan baik sesuai kapasitasnya.
Sebagai penghasil benih yang bermutu di kondisi daerah apabila kebutuhan benih belum sepenuhnya dapat disuplai dari masyarakat, namun dapat tetap eksis membina masyarakat untuk dapat menghasilkan benih yang bermutu secara mandiri. Suatu balai diharapkan secara aktif melakukan berbagai inovasi teknologi dan menempatkan diri sebagai contoh penerapan Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) di masyarakat atau sebagai demplot bagi pengembangan budidaya yang betul-betul efektif dan layak diusahakan dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat.
Menjadi tempat adopsi teknologi nasional maupun internasional untuk dikembangkan dan diterapkan agar betul-betul cocok dan dapat diadaptasikan bagi kita yang berada di negeri laskar pelangi.
Uji coba pengembangan berbagai komoditas jenis baru maupun upaya pelestarian terhadap beberapa komoditas asli daerah yang ditakutkan akan punah akibat kondisi lingkungan yang kurang bersahabat akhir-akhir ini bagi kelangsungan komoditas tersebut untuk berkembangbiak secara alami. Serta secara aktif balai diharapkan juga mampu melakukan berbagai pengembangan pembuatan pakan buatan yang ekonomis dan benar-benar dapat diaplikasikan di masyarakat sehingga harga produksi dapat ditekan.
Kesulitan pemasaran diantaranya dapat diatasi dengan keberadaan pasar atau depo pemasaran ikan hidup yang dapat menampung hasil ikan konsumsi maupun benih dari masyarakat agar dapat dipasarkan dalam jumlah yang besar, kontinyu dan jalurnya jelas serta terkoordinasi dengan baik oleh pemerintah.
Berbagai ketrampilan pembuatan produk olahan sangat didambakan petani pembudidaya disaat pasokan ikan sedang banyak dan harga ikan menjadi terpuruk. Berkaca dari Thailand yang sukses meramu perikanannya menjadi industri besar berkonsep From Farm to Table, menjadikannya mampu melahirkan nilai tambah (value added) dari komoditas perikanan yang mereka produksi.
Produksi dilakukan dengan konsep berkelanjutan (sustainable), bebas antibiotik, dan memperhatikan lingkungan, hingga pasca panen yang dititik-beratkan pada keamanan pangan sebagai suatu usaha yang terintegrasi mulai dari budidaya hingga pengolahannya.
Dunia budidaya memiliki prospek cerah untuk ditingkatkan di masa mendatang, terutama disaat dunia perikanan tangkap suatu saat tak lagi menjanjikan.
Hal ini mengingat budidaya perikanan memiliki keragaman hayati yang besar dan kita mengenal tiga macam ekosistem, yaitu perikanan tawar (<5 ppt), perikanan payau (5-30 ppt), serta perikanan laut (31-35 ppt).
Besaran potensi perikanan tersebut sangatlah luas yang tersebar di semua kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini yang pemanfaatannya belum optimal, sehingga upaya pengoptimalannya ke depan masih terbuka lebar.
Kerjasama dan dukungan dari semua pihak sangat dibutuhkan, baik dari pihak akademisi dalam penyiapan SDM, pihak peneliti diantaranya LIPI yang telah berkesempatan melakukan berbagai penelitian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pihak swasta melalui program CD-nya, dukungan masyarakat perikanan, komitmen pemerintah dalam menempatkan SDM aparatur yang berkompeten hingga yang terpenting adalah peranan pemerintah dalam mengkolaborasi kesemuanya menjadi sesuatu yang efektif dan efisien guna menunjang pembangunan di negeri ini dengan dunia perikanan budidayanya yang lebih maju lagi ke depan.
Petani pembudidaya hendaknya berbesar hati telah memberikan kontribusi yang besar terhadap pemenuhan kebutuhan akan protein hewani yang sehat dan tentunya bebas bahan pengawet/kimia berbahaya (seperti formalin) serta dapat diperoleh dalam keadaan hidup atau segar. Tentu saja upaya mereka harus terus mendapat perhatian serius dari pemerintah. Beberapa kendala diantaranya: mahalnya harga pakan, sulitnya mencari benih, sulitnya pemasaran hingga harga yang terus ditekan karena persaingan yang semakin kompetitif. Beberapa permasalahan yang mereka hadapi hendaknya dapat dicarikan solusi atau penyelesaian.
Keberadaan sarana pemerintah seperti Balai Benih Ikan/Ikan Pantai (BBI/BBIP) tugas dan fungsinya harus dapat dioptimalkan lagi ke depan, sebagai penyalur benih, penghasil dan penyalur induk (bank induk) bermutu, pembina Unit Pembenihan Rakyat (UPR) yang tersebar di masyarakat hingga sebagai pusat penelitian dan pengembangan perikanan budidaya yang dapat dirasakan manfaatnya bagi perkembangan dunia budidaya khususnya di Kab Belitung ini.
BBI hendaknya tidak hanya sekadar dipandang sebagai sarana penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) saja, tetapi lebih kepada secondary effect-nya, yaitu menjadi wadah dan ujung tombak pembangunan budidaya perikanan serta eksistensi dan peranannya bagi masyarakat.
Pembangunan unit-unit Balai Budidaya yang baru diharapkan tidak hanya sebagai pelengkap fasilitas di tiap kabupaten/kota atau provinsi saja, tapi harus betul-betul dapat menjalankan fungsinya dengan baik sesuai kapasitasnya.
Sebagai penghasil benih yang bermutu di kondisi daerah apabila kebutuhan benih belum sepenuhnya dapat disuplai dari masyarakat, namun dapat tetap eksis membina masyarakat untuk dapat menghasilkan benih yang bermutu secara mandiri. Suatu balai diharapkan secara aktif melakukan berbagai inovasi teknologi dan menempatkan diri sebagai contoh penerapan Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) di masyarakat atau sebagai demplot bagi pengembangan budidaya yang betul-betul efektif dan layak diusahakan dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat.
Menjadi tempat adopsi teknologi nasional maupun internasional untuk dikembangkan dan diterapkan agar betul-betul cocok dan dapat diadaptasikan bagi kita yang berada di negeri laskar pelangi.
Uji coba pengembangan berbagai komoditas jenis baru maupun upaya pelestarian terhadap beberapa komoditas asli daerah yang ditakutkan akan punah akibat kondisi lingkungan yang kurang bersahabat akhir-akhir ini bagi kelangsungan komoditas tersebut untuk berkembangbiak secara alami. Serta secara aktif balai diharapkan juga mampu melakukan berbagai pengembangan pembuatan pakan buatan yang ekonomis dan benar-benar dapat diaplikasikan di masyarakat sehingga harga produksi dapat ditekan.
Kesulitan pemasaran diantaranya dapat diatasi dengan keberadaan pasar atau depo pemasaran ikan hidup yang dapat menampung hasil ikan konsumsi maupun benih dari masyarakat agar dapat dipasarkan dalam jumlah yang besar, kontinyu dan jalurnya jelas serta terkoordinasi dengan baik oleh pemerintah.
Berbagai ketrampilan pembuatan produk olahan sangat didambakan petani pembudidaya disaat pasokan ikan sedang banyak dan harga ikan menjadi terpuruk. Berkaca dari Thailand yang sukses meramu perikanannya menjadi industri besar berkonsep From Farm to Table, menjadikannya mampu melahirkan nilai tambah (value added) dari komoditas perikanan yang mereka produksi.
Produksi dilakukan dengan konsep berkelanjutan (sustainable), bebas antibiotik, dan memperhatikan lingkungan, hingga pasca panen yang dititik-beratkan pada keamanan pangan sebagai suatu usaha yang terintegrasi mulai dari budidaya hingga pengolahannya.
Dunia budidaya memiliki prospek cerah untuk ditingkatkan di masa mendatang, terutama disaat dunia perikanan tangkap suatu saat tak lagi menjanjikan.
Hal ini mengingat budidaya perikanan memiliki keragaman hayati yang besar dan kita mengenal tiga macam ekosistem, yaitu perikanan tawar (<5 ppt), perikanan payau (5-30 ppt), serta perikanan laut (31-35 ppt).
Besaran potensi perikanan tersebut sangatlah luas yang tersebar di semua kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini yang pemanfaatannya belum optimal, sehingga upaya pengoptimalannya ke depan masih terbuka lebar.
Kerjasama dan dukungan dari semua pihak sangat dibutuhkan, baik dari pihak akademisi dalam penyiapan SDM, pihak peneliti diantaranya LIPI yang telah berkesempatan melakukan berbagai penelitian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pihak swasta melalui program CD-nya, dukungan masyarakat perikanan, komitmen pemerintah dalam menempatkan SDM aparatur yang berkompeten hingga yang terpenting adalah peranan pemerintah dalam mengkolaborasi kesemuanya menjadi sesuatu yang efektif dan efisien guna menunjang pembangunan di negeri ini dengan dunia perikanan budidayanya yang lebih maju lagi ke depan.
PUMP-PB 2012
LAMPIRAN : Keputusan Kepala Dinas
Kelautan dan Perikanan Kabupaten
Belitung
No.523/ /DKP/2012
Tanggal April 2012 tentang Penetapan Kelompok Pembudidaya
Pembudidaya Ikan (Pokdakan) pada Kegiatan Pengembangan Usaha Mina Pedesaan Perikanan
Budidaya Tahun 2012.
Kelompok Pembudidaya
Ikan Lele Dumbo
A. KELOMPOK DUMBO SEJAHTERA
NO
|
NAMA
|
JABATAN
|
ALAMAT
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
|
SARYONO
AMRULLOH
AHMAD BUDI PRANATA
EFENDI A HAMID
SUMARDI
AGUSTIAWAN
A. KAHAR. K
DONNI PASARIBU
SUSANTO
TAUFIK
|
Ketua
Sekretaris
Bendahara
Pengawas
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
|
Jln.
Lettu Mad Daud Rt 15 Rw 08
Parit
Batu Itam
Batu itam
Jl. Jenderal Sudirman Rt 10 Rw 04
Jl. Kamboja II
Air Merbau
PAAL 1
Air Saga
Batu Itam
|
B. KELOMPOK USAHA MANDIRI
NO
|
NAMA
|
JABATAN
|
ALAMAT
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
|
Djoko
Hadi Purnomo
Radi
Pardiman
Herlian
Arwanto
Yuniarti
Ferti
Sonfille Sihombing
Sutarman
Sa’at
Dezie
Trisnan
Seniman
|
Ketua
Sekretaris
Bendahara
Pengawas
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
|
Kelekak Usang
Jl. Pattimura
Jl. Kelekak Dukong
Perawas
Jl. ZA. Pagar Alam
Perawas
Cerucuk
Air Merbau
Jl. ZA. Pagar Alam
Air merbau
|
Kelompok Pembudidaya
Ikan Kerapu
C. KELOMPOK MINA JEMANG
NO
|
NAMA
|
JABATAN
|
ALAMAT
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
|
Budiyanto
Suherman
Maglumi Insani
M. Ali Ibrahim
Ivan Susanto
Robiyanto
Didiewa
Susanti
Andika S
Suhendra
|
Ketua
Sekretaris
Bendahara
Pengawas
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
|
Jl. Pantai Tanjung Binga
Jl. Pantai Tanjung Binga
Jl. Pantai Tanjung Kelayang
Jl. Tanjung Pendam
Jl. Pantai Tanjung Kelayang
Jl. Pantai Tanjung Kelayang
Jl. Pantai Tanjung Kelayang
Jl. Pantai Tanjung Binga
Jl. Pantai Tanjung Binga
Lesung Batang
|
D. KELOMPOK KERAPU JAYA
NO
|
NAMA
|
JABATAN
|
ALAMAT
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
|
Andik Setyawan
Fadhilah
Elly
Dingga gulanda
Yenni
Hendra Kusuma
Hanimah
Apri Jaya Nugraha
Bachtiar
Enny
|
Ketua
Sekretaris
Bendahara
Pengawas
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
Anggota
|
Jl. Air Saga
Jl. Air Saga
Jl. Kelekak Dukong
Jl. Kapten Saridin
Jl. Swadaya
Jl. Ali Uyup
Jl. Air Saga
Jl. Air Saga
Jl. Air Saga
Jl. Gatot Subroto
|
Subscribe to:
Posts (Atom)